Aku si Pay dan sepotong Kue

TENTANG SEPOTONG KUE DAN SEBUAH KESEMPATAN

Hai, namaku sebut saya Pay. Ya itulah sapaan akrabku di lingkungan pergaulanku dengan teman-temanku yang berjumlah sangat sedikit atau bahkan aku bisa disebut aku si manusia kuper alias kurang pergaulan. Temanku hanya itu-itu saja dan seekor anjing piaraanku bernama Kipo.

Keseharianku bisa dibilang membosankan bagi sebagian besar orang. Tetapi bagiku itu adalah duniaku. Aku sangat menyukai kue. Apapun kue itu dan bagaimanapun bentuknya. Yang pasti kue itu harus enak, menurutku. Aku sering disebut aneh apabila ada kue beraroma jahe yang teman-temanku selalu menghindarinya tetapi aku begitu lahap memakannya. Tidak tahu kenapa aku begitu menyukainya. Aku selalu berpikir dalam sebuah kue selalu terkandung makna yang dalam dari setiap penciptanya.

Aku tidak mahir membuat kue tetapi mahir untuk menghabiskannya. Aku sering membayangkan bagaimana sepotong kue itu bisa tercipta dari rangkaian tepung, gula, coklat, jahe, atau apapun bahannya hingga menjadi seloyang sesuatu yang kenyal namun begitu menggoda untuk mencicipinya. Yes bagiku itu adalah sesuatu yang ajaib. Selalu ada cerita tersendiri dalam seonggok kue yang kunikmati.

Ini cerita tentang sepotong kue yang dinikmati oleh Pay.